PADANG, Sumbarin-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah dinilai tidak hanya strategis dalam menekan angka stunting, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, usai melaunching Program MBG di SMK Teknologi Plus Padang, Baru-baru ini. Menurutnya, keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kualitas gizi, nutrisi, dan vitamin yang terkandung dalam setiap menu makanan yang disajikan kepada siswa.
“Jika kebutuhan gizi terpenuhi secara konsisten, maka kita tidak hanya menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia unggul sebagai pondasi Indonesia Emas 2045,” ujar Muhidi.
Lebih jauh, Muhidi menegaskan bahwa DPRD Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG karena dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, rantai pasok program MBG berpotensi menggerakkan berbagai sektor produktif, mulai dari UMKM, pertanian, perkebunan, perikanan hingga peternakan.
“Ketika bahan pangan diserap dari pelaku usaha lokal, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini adalah program sosial yang memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Teknologi Plus Padang, Allismawita, menyebutkan bahwa sebanyak 224 siswa di sekolah tersebut telah menjadi penerima manfaat Program MBG. Program ini telah berjalan sejak 9 Januari 2026 dan secara resmi dilaunching oleh Ketua DPRD Sumbar pada 23 Januari 2026.
Ia menambahkan, para siswa dan pihak sekolah berharap program MBG dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan, terutama dalam menunjang konsentrasi belajar dan kesehatan peserta didik.
“Program ini sangat membantu siswa kami. Harapannya, MBG dapat berjalan berkesinambungan karena dampaknya langsung dirasakan oleh anak-anak,” ungkap Allismawita.
Pada kesempatan yang sama, Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Armen, menyampaikan bahwa seluruh SMK di Kota Padang saat ini telah menerima Program MBG. Untuk tingkat provinsi, pemerintah menargetkan seluruh SMK yang berjumlah 216 sekolah dapat terjangkau program ini dalam satu hingga dua tahun ke depan.
“Program MBG menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan gizi bagi peserta didik SMK di Sumatera Barat, dan kami optimistis target ini dapat tercapai secara bertahap,” katanya.
Dengan cakupan yang terus diperluas, Program MBG diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun kualitas generasi muda Sumatera Barat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis sektor riil.

