PADANG – Membangun daerah tidak cukup dengan menghadirkan infrastruktur dan kebijakan ekonomi. Stabilitas sosial juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim yang nyaman bagi masyarakat sekaligus menarik minat investasi.
Hal itulah yang terus didorong Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, melalui berbagai kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kewaspadaan Dini Masyarakat yang digagas Muhidi dan diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Kamis (6/8/2026).
Bagi Muhidi, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga suasana daerah tetap aman, tertib, dan kondusif. Kondisi tersebut bukan hanya penting untuk menjaga kehidupan sosial, tetapi juga menjadi modal dalam membuka peluang ekonomi baru.
“Kalau kondisi daerah aman dan masyarakatnya bisa menjaga stabilitas, tentu akan memberikan rasa nyaman bagi orang yang ingin berinvestasi. Investasi yang masuk akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Muhidi.
Menurutnya, investasi membutuhkan kepercayaan. Investor akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menanamkan modal, termasuk keamanan, kenyamanan, serta kondisi sosial masyarakat. Karena itu, menjaga stabilitas bukan semata tugas pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Muhidi mengajak masyarakat untuk tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang. Edukasi dan pembinaan harus terus diperkuat mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan tempat tinggal.
“Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar kepercayaan dan nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga,” katanya.
Perhatian Muhidi terhadap stabilitas sosial juga diarahkan pada perlindungan generasi muda. Menurutnya, lingkungan yang aman dan ramah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

