• Home
jendelakabar.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
jendelakabar.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Muhidi: Jangan Biarkan Sekolah Jadi Tempat Anak Takut

Rabu, 16/9/26 | 13:26 WIB
in Uncategorized
Muhidi: Jangan Biarkan Sekolah Jadi Tempat Anak Takut

PADANG — Sekolah seharusnya menjadi tempat anak merasa aman untuk belajar, bertanya, bergaul, dan mengembangkan potensi. Karena itu, praktik perundungan, kekerasan, maupun tekanan yang membuat anak takut berada di sekolah harus dicegah sejak dini.

Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi menegaskan, sekolah ramah anak tidak cukup hanya diwujudkan melalui fasilitas yang nyaman. Lingkungan pendidikan harus mampu memberikan perlindungan sekaligus membentuk karakter dan kepercayaan diri peserta didik.

“Jadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman. Biarkan anak-anak berkembang, mengenali potensinya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujar Muhidi saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak dalam rangka mewujudkan sekolah ramah anak melalui pemenuhan dan perlindungan hak anak di Padang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Muhidi, anak merupakan aset paling berharga bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. Karena itu, pemenuhan hak anak tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya melindungi mereka dari kekerasan, tetapi juga bagaimana memastikan setiap anak memperoleh ruang untuk berkembang sesuai potensinya.

“Kita jangan hanya berpikir bagaimana melindungi anak, tetapi juga bagaimana menumbuhkan mereka sehingga menjadi sumber daya manusia yang unggul,” katanya.

Muhidi menilai kualitas generasi yang dipersiapkan saat ini akan menentukan masa depan Sumatera Barat dan Indonesia. Target Indonesia Emas 2045, menurutnya, membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, akhlak, keimanan, dan rasa percaya diri.

Ia menekankan pentingnya pendidikan agama dan penanaman nilai sejak usia dini. Menurutnya, iman dan tauhid dapat menjadi fondasi bagi anak dalam membentuk cara berpikir dan menentukan sikap.

“Kalau iman dan tauhidnya kuat, insyaallah cara berpikirnya akan benar. Ketika cara berpikirnya benar, tindakan yang dilakukan juga akan mengarah kepada hal yang benar,” tuturnya.

Selain pendidikan agama, Muhidi mendorong sekolah memperkuat pendidikan karakter. Anak perlu dibiasakan bersikap jujur, bertanggung jawab, menghargai orang lain, serta mampu membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan.

Menurutnya, karakter tersebut penting agar anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan dan pergaulan.

Muhidi juga mengingatkan pentingnya meningkatkan budaya literasi di kalangan peserta didik. Kebiasaan membaca dan memperluas pengetahuan dinilai menjadi bekal penting bagi anak untuk memahami perubahan zaman dan mengembangkan kemampuan berpikir.

“Anak-anak harus kita dorong untuk suka membaca. Ilmu akan menjadi bekal mereka untuk sukses dan menghadapi masa depan,” katanya.

Dalam upaya mewujudkan perlindungan anak, Muhidi mengatakan DPRD memiliki ruang untuk berkontribusi melalui tiga fungsi utama, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.

Ketiga fungsi tersebut, menurutnya, dapat digunakan untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan perlindungan serta pemenuhan hak anak.

“Dengan tiga fungsi ini, DPRD bisa membantu memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan. Kalau memang dibutuhkan aturan baru atau penyempurnaan terhadap aturan yang sudah ada, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai masukan yang ada,” ujarnya.

ShareSendShare
Previous Post

Muhidi Minta Wakil Kepala Sekolah Jadi Penggerak, Bukan Sekadar Pendamping Kepala Sekolah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home

@ 2026 Jendelakabar.com

No Result
View All Result
  • Home

@ 2026 Jendelakabar.com