• Home
jendelakabar.com
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Berita
  • Sosial
  • Budaya
  • Pendidikan
No Result
View All Result
jendelakabar.com
No Result
View All Result
Home Berita

DPRD Sumbar Dorong Ranperda Jalan Provinsi Jadi Solusi Infrastruktur dan Ketimpangan Wilayah

Senin, 11/5/26 | 14:31 WIB
in Berita
DPRD Sumbar Dorong Ranperda Jalan Provinsi Jadi Solusi Infrastruktur dan Ketimpangan Wilayah

PADANG — Persoalan jalan rusak, ketimpangan pembangunan antarwilayah, hingga lemahnya pengawasan kendaraan bertonase berlebih menjadi sorotan utama dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat terkait pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Jalan Provinsi, Senin (11/5/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumbar Muhidi itu juga membahas tanggapan gubernur terhadap Ranperda Perubahan Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan serta Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Dalam forum tersebut, mayoritas fraksi DPRD menilai persoalan infrastruktur jalan di Sumatera Barat tidak lagi sekadar isu teknis pembangunan, tetapi telah berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, distribusi barang, konektivitas wilayah, hingga keselamatan masyarakat.

Muhidi dalam sambutannya menegaskan, pembangunan infrastruktur yang merata menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat yang pada triwulan I tahun 2026 tercatat tumbuh 5,07 persen.

“Pertumbuhan ekonomi ini harus dijaga dengan pembangunan yang merata dan didukung infrastruktur yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Muhidi.

Fraksi-fraksi DPRD Sumbar secara bergantian menyampaikan kritik dan masukan terhadap kondisi jalan provinsi yang dinilai masih menghadapi banyak persoalan mendasar.

Fraksi PDI Perjuangan-PKB menyoroti belum meratanya pembangunan infrastruktur hingga wilayah terisolir seperti Kepulauan Mentawai. Fraksi ini juga meminta pembangunan jalan daerah disinkronkan dengan proyek strategis nasional agar manfaat pembangunan lebih terasa.

Sementara Fraksi NasDem menilai lemahnya pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) menjadi salah satu penyebab utama cepat rusaknya jalan di Sumbar.

Fraksi Golkar bahkan menilai persoalan jalan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga lemahnya penegakan aturan dan kurangnya fasilitas keselamatan jalan seperti rambu dan penerangan.

Di sisi lain, Fraksi PKS menekankan pentingnya Ranperda Jalan Provinsi memperhatikan aspek mitigasi bencana mengingat Sumatera Barat merupakan daerah rawan bencana alam.

“Jalan bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga jalur evakuasi dan akses penyelamatan masyarakat saat terjadi bencana,” menjadi salah satu poin yang ditekankan fraksi tersebut.

ShareSendShare
Previous Post

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Bank Nagari Perkuat Peran sebagai Motor Ekonomi Daerah

Next Post

Penanganan Pascabencana Sumbar Butuh Rp17,9 Triliun, Doni Harsiva Yandra Soroti Kesiapan APBD 2027

Next Post
Penanganan Pascabencana Sumbar Butuh Rp17,9 Triliun, Doni Harsiva Yandra Soroti Kesiapan APBD 2027

Penanganan Pascabencana Sumbar Butuh Rp17,9 Triliun, Doni Harsiva Yandra Soroti Kesiapan APBD 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Home

@ 2026 Jendelakabar.com

No Result
View All Result
  • Home

@ 2026 Jendelakabar.com